<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pujanggatakbernama&#039;s Weblog</title>
	<atom:link href="http://pujanggatakbernama.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pujanggatakbernama.wordpress.com</link>
	<description>MARI berkarya dengan Sastra</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Oct 2011 04:55:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pujanggatakbernama.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Pujanggatakbernama&#039;s Weblog</title>
		<link>http://pujanggatakbernama.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pujanggatakbernama.wordpress.com/osd.xml" title="Pujanggatakbernama&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pujanggatakbernama.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Cinta Itu Berkorban</title>
		<link>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2010/05/06/cinta-itu-berkorban/</link>
		<comments>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2010/05/06/cinta-itu-berkorban/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 13:45:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pujanggatakbernama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pujanggatakbernama.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Setengah mati nahan tangis, akhirnya air mata gue jebol juga. Gue akui gue emang tipe artis bollywood banget. Gampang nangis…eh yang suka nangis itu artis India apa Korea ya? Yang pasti secara tampang sih gue Shakruk Khan banget. Haah! Yang pasti tangisan suci ini akibat nonton Kick Andy versi pasangan suami istri yang ga normal. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pujanggatakbernama.wordpress.com&amp;blog=2699496&amp;post=31&amp;subd=pujanggatakbernama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong> Setengah mati nahan tangis, akhirnya air mata gue jebol juga. Gue akui gue emang tipe artis bollywood banget. Gampang nangis…eh yang suka nangis itu artis India apa Korea ya? Yang pasti secara tampang sih gue Shakruk Khan banget. Haah!  Yang pasti tangisan suci ini akibat nonton Kick Andy versi pasangan suami istri yang ga normal. Maksud gue yang satu fisiknya normal yang satu engga’. Cuma hebatnya mereka kayak pasangan sejati banget. Best couples in the world dah!  Acara Kick Andy edisi ‘cinta ga melihat fisik’ ini ditayangin 2 minggu berturut-turut. Diulang jum’at malem ama minggu sore. Biasanya walopun jumat malem gue udah nonton, minggunya nonton lagi. Abis apa aja yang diangkat ama Kick Andy emang keren dan menyentuh sih. Ga kayak infotainment itu.  Yang edisi minggu pertama dikisahkan beberapa pasangan yang perempuan fisiknya normal juga cantik, sementara suaminya ga normal, ada yang gagu, buta dan ada ga bisa jalan pake. Pokoknya kalo dibayangin kagak bakal bisa nikah deh. Tapi buktinya mereka nikah, dan kalo ditanya apakah mereka bahagia, merekapun menjawab ya!  Pas minggu itu, abis selesai nonton, Fatimeh istri gue bilang, “Tuh, kan Pa, wanita itu emang bisa menerima seorang pria buat jadi suaminya dalam kondisi apapun. Wanita itu hebat kan kayak mama?”  Gue sih waktu itu bilang, “ya ma, wanita itu hebat ya. Setau papa yang namanya pria pasti ga bakalan melakukan hal yang sama. Mereka pasti mikirin fisiknya dulu number one!”  “Kalo kita ni ya pa, bisa menerima cowok apapun dia, yang penting udah yakin. Apalagi yakinnya ditambah cinta.”  “Ungkapan cinta itu buta berarti emang benar adanya ya, Ma.” Tanya gue kemudian. Gue sih ga menyangsikan cintanya die ke gue. Tapi ga ada salahnya pura-pura nanya. Pura-pura tersesat di jalan.  “Buta, tapi bagi mama tetep ngeliat dikit kok. Mata yang satu dipejemin, yang satu ngelirik-ngelirik. Buktinya mama milih papa yang ganteng. Hehe&#8230;”  “Papa ganteng ya? Alhamdulillah ada juga yang mengakuinya, hehe&#8230;tapi soal menerima apa adanya gimana tuh, Ma?”  “Ya, mama juga kan menerima papa adanya, pas nikah dulu kan papa juga belom ada penghasilan. Kita blom punya apa-apa. Tapi tetep mama trima. Bukan seperti cewek yang lain. Kalo yang lain kan bilangnya gini, ya udah kamu sekarang adanya apa? Klo ada mobil, rumah sendiri, kerjaan tetap baru aku terima jadi suamiku.”  “Sebenernya ga salah juga lho Ma, kalo ada mempersyaratkan ini dan itu. Kan itu juga bisa membangun kebahagiaan pasutri.”  “Iya, tapi jangan diutamakan banget dunk. Kata orang pinter, kebahagiaan itu bukannya dicari tapi dibangun. Jadi apapun dasarnya, background bahkan pisik seseorang tidak bisa dijadikan barometer utama untuk membangun keluarga.”  Bener juga kata istriku, sejak kapan dia pinter. Hehe.  Paling tidak apa yang ditayangin di Kick Andy itu menjadi bukti, bahwa dasar fisik yang sering didambakan pada sang pasangan tidak selalu bisa dijadikan acuan. Asal kita tulus menerima apa adanya pasangan kita maka kebahagiaan bisa dibangun. Sebaliknya bila pencariaan kita hanya pada kesempurnaan-kesempurnaan fisik dan ekonomi, bisa bisa itu hanya sementara dan semu. Betapa banyak pasangan sempurna hasil akhirnya tidak bahagia, cerai, dsb&#8230;  Pasangan selebritis misalnya, mereka adalah contoh kongkret betapa kesempurnaa, ketenaran dan kekayaan tidak berarti bila tidak adanya upaya saling memahami. Bahkan cenderung mencurigai. Jelas juga, artis kan disuruh maen film atau sinetron berpasangan ama sapa aja biasa. Gimana ga cemburu pasangannya? Dan juga sebab yang lainnya. Misalnya ada artis baru yang lebih cakep, berpaling deh. Penghasilan bulanannya ga sama. Statusnya ada yang lebih tinggi. Keturunannya ada yang lebih terhormat, dll.  “Seringnya ni ya Pa, kita harus banyak memberikan pengorbanan untuk menciptakan kebahagiaan.”  “Termasuk pengorbanan perasaan bahwa pasangan kita bukan makhluk yang sempurna. Yang pasti ada kelemahan dan kesalahan ya Ma.”  “Lihat bagaimana ada yang menerima suaminya ga bisa berjalan normal, ada yang suaminya buta, ada yang suaminya ga bisa bicara. Tapi mereka masih mau menerima!”  “Cinta tanpa pengorbanan itu mustahil. Bohong belaka. Ingat dulu, apa yang dilakukan nenek ketika kakek divonis ginjalnya harus diangkat semua karena kecing batu. Nenek dengan ikhlas dan sadar nyerahin ginjalnya satu buat kakek hingga kakek sampai sekarang dengan ijin Allah masih hidup. Itulah cinta, pengorbanan!”  “Betul, Pa. Kalau semua orang memahami hal itu, maka kemakluman-kemakluman bisa diciptakan, rasa maaf dan penghormatan bisa ditumbuhkan. Dan pengertian-pengertian bisa disambungkan. Ketika pengorbanan dilakukan maka betapa cepat cinta bisa ditumbuhkan!”  “Selanjutnya keluarga yang sakinah Mawaddah wa rahmah bisa muncul ke permukaan!”</strong></p>
<p><strong>Oleh : Arifwita </strong><strong>(eramuslim.com)</strong></p>
<p><strong><a href="http://pujanggatakbernama.files.wordpress.com/2010/05/images12.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-34" title="images1" src="http://pujanggatakbernama.files.wordpress.com/2010/05/images12.jpeg?w=150&#038;h=148" alt="" width="150" height="148" /></a> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pujanggatakbernama.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pujanggatakbernama.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pujanggatakbernama.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pujanggatakbernama.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pujanggatakbernama.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pujanggatakbernama.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pujanggatakbernama.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pujanggatakbernama.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pujanggatakbernama.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pujanggatakbernama.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pujanggatakbernama.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pujanggatakbernama.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pujanggatakbernama.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pujanggatakbernama.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pujanggatakbernama.wordpress.com&amp;blog=2699496&amp;post=31&amp;subd=pujanggatakbernama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2010/05/06/cinta-itu-berkorban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/063465d04f6c923f015234a4609dd0bd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pujanggatakbernama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pujanggatakbernama.files.wordpress.com/2010/05/images12.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">images1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>taaruf</title>
		<link>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/12/06/taaruf-2/</link>
		<comments>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/12/06/taaruf-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 08:09:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pujanggatakbernama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/12/06/taaruf-2/</guid>
		<description><![CDATA[Ta’aruf Syar’i, Solusi Pengganti Pacaran [Print View] [kirim ke Teman] Pertanyaan: 1. Apabila seorang muslim ingin menikah, bagaimana syariat mengatur cara mengenal seorang muslimah sementara pacaran terlarang dalam Islam? 2. Bagaimana hukum berkunjung ke rumah akhwat (wanita) yang hendak dinikahi dengan tujuan untuk saling mengenal karakter dan sifat masing-masing? 3. Bagaimana hukum seorang ikhwan (lelaki) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pujanggatakbernama.wordpress.com&amp;blog=2699496&amp;post=28&amp;subd=pujanggatakbernama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ta’aruf Syar’i, Solusi Pengganti Pacaran<br />
[Print View] [kirim ke Teman]</p>
<p>Pertanyaan:<br />
1. Apabila seorang muslim ingin menikah, bagaimana syariat mengatur cara mengenal seorang muslimah sementara pacaran terlarang dalam Islam?<br />
2. Bagaimana hukum berkunjung ke rumah akhwat (wanita) yang hendak dinikahi dengan tujuan untuk saling mengenal karakter dan sifat masing-masing?<br />
3. Bagaimana hukum seorang ikhwan (lelaki) mengungkapkan perasaannya (sayang atau cinta) kepada akhwat (wanita) calon istrinya?</p>
<p>Dijawab oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari:</p>
<p>بِسْمِ اللهِ، الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ</p>
<p>Benar sekali pernyataan anda bahwa pacaran adalah haram dalam Islam. Pacaran adalah budaya dan peradaban jahiliah yang dilestarikan oleh orang-orang kafir negeri Barat dan lainnya, kemudian diikuti oleh sebagian umat Islam (kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala), dengan dalih mengikuti perkembangan jaman dan sebagai cara untuk mencari dan memilih pasangan hidup. Syariat Islam yang agung ini datang dari Rabb semesta alam Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, dengan tujuan untuk membimbing manusia meraih maslahat-maslahat kehidupan dan menjauhkan mereka dari mafsadah-mafsadah yang akan merusak dan menghancurkan kehidupan mereka sendiri.<br />
Ikhtilath (campur baur antara lelaki dan wanita yang bukan mahram), pergaulan bebas, dan pacaran adalah fitnah (cobaan) dan mafsadah bagi umat manusia secara umum, dan umat Islam secara khusus, maka perkara tersebut tidak bisa ditolerir. Bukankah kehancuran Bani Israil –bangsa yang terlaknat– berawal dari fitnah (godaan) wanita? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>لُعِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيْلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُوْنَ. كَانُوا لاَ يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوْهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُوْنَ</p>
<p>“Telah terlaknat orang-orang kafir dari kalangan Bani Israil melalui lisan Nabi Dawud dan Nabi ‘Isa bin Maryam. Hal itu dikarenakan mereka bermaksiat dan melampaui batas. Adalah mereka tidak saling melarang dari kemungkaran yang mereka lakukan. Sangatlah jelek apa yang mereka lakukan.” (Al-Ma`idah: 79-78)<br />
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيْهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيْلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ</p>
<p>“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau (indah memesona), dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kalian sebagai khalifah (penghuni) di atasnya, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memerhatikan amalan kalian. Maka berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan wanita, karena sesungguhnya awal fitnah (kehancuran) Bani Israil dari kaum wanita.” (HR. Muslim, dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)<br />
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memperingatkan umatnya untuk berhati-hati dari fitnah wanita, dengan sabda beliau:</p>
<p>مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلىَ الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ</p>
<p>“Tidaklah aku meninggalkan fitnah sepeninggalku yang lebih berbahaya terhadap kaum lelaki dari fitnah (godaan) wanita.” (Muttafaqun ‘alaih, dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma)<br />
Maka, pacaran berarti menjerumuskan diri dalam fitnah yang menghancurkan dan menghinakan, padahal semestinya setiap orang memelihara dan menjauhkan diri darinya. Hal itu karena dalam pacaran terdapat berbagai kemungkaran dan pelanggaran syariat sebagai berikut:<br />
1. Ikhtilath, yaitu bercampur baur antara lelaki dan wanita yang bukan mahram. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjauhkan umatnya dari ikhtilath, sekalipun dalam pelaksanaan shalat. Kaum wanita yang hadir pada shalat berjamaah di Masjid Nabawi ditempatkan di bagian belakang masjid. Dan seusai shalat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiam sejenak, tidak bergeser dari tempatnya agar kaum lelaki tetap di tempat dan tidak beranjak meninggalkan masjid, untuk memberi kesempatan jamaah wanita meninggalkan masjid terlebih dahulu sehingga tidak berpapasan dengan jamaah lelaki. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha dalam Shahih Al-Bukhari. Begitu pula pada hari Ied, kaum wanita disunnahkan untuk keluar ke mushalla (tanah lapang) menghadiri shalat Ied, namun mereka ditempatkan di mushalla bagian belakang, jauh dari shaf kaum lelaki. Sehingga ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam usai menyampaikan khutbah, beliau perlu mendatangi shaf mereka untuk memberikan khutbah khusus karena mereka tidak mendengar khutbah tersebut. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu dalam Shahih Muslim.<br />
Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>خَيْرُ صُفُوْفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرِهَا، وَخَيْرُ صُفُوْفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا</p>
<p>“Sebaik-baik shaf lelaki adalah shaf terdepan dan sejelek-jeleknya adalah shaf terakhir. Dan sebaik-baik shaf wanita adalah shaf terakhir, dan sejelek-jeleknya adalah shaf terdepan.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)<br />
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Hal itu dikarenakan dekatnya shaf terdepan wanita dari shaf terakhir lelaki sehingga merupakan shaf terjelek, dan jauhnya shaf terakhir wanita dari shaf terdepan lelaki sehingga merupakan shaf terbaik. Apabila pada ibadah shalat yang disyariatkan secara berjamaah, maka bagaimana kiranya jika di luar ibadah? Kita mengetahui bersama, dalam keadaan dan suasana ibadah tentunya seseorang lebih jauh dari perkara-perkara yang berhubungan dengan syahwat. Maka bagaimana sekiranya ikhtilath itu terjadi di luar ibadah? Sedangkan setan bergerak dalam tubuh Bani Adam begitu cepatnya mengikuti peredaran darah . Bukankah sangat ditakutkan terjadinya fitnah dan kerusakan besar karenanya?” (Lihat Fatawa An-Nazhar wal Khalwah wal Ikhtilath, hal. 45)<br />
Subhanallah. Padahal wanita para shahabat keluar menghadiri shalat dalam keadaan berhijab syar’i dengan menutup seluruh tubuhnya –karena seluruh tubuh wanita adalah aurat– sesuai perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Al-Ahzab ayat 59 dan An-Nur ayat 31, tanpa melakukan tabarruj karena Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang mereka melakukan hal itu dalam surat Al-Ahzab ayat 33, juga tanpa memakai wewangian berdasarkan larangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan Ahmad, Abu Dawud, dan yang lainnya :</p>
<p>وَلْيَخْرُجْنَ وَهُنَّ تَفِلاَتٌ</p>
<p>“Hendaklah mereka keluar tanpa memakai wewangian.”<br />
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang siapa saja dari mereka yang berbau harum karena terkena bakhur untuk untuk hadir shalat berjamaah sebagaimana dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.<br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 53:</p>
<p>وَإِذَا سَأَلْتُمُوْهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوْهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوْبِكُمْ وَقُلُوْبِهِنَّ</p>
<p>“Dan jika kalian (para shahabat) meminta suatu hajat (kebutuhan) kepada mereka (istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) maka mintalah dari balik hijab. Hal itu lebih bersih (suci) bagi kalbu kalian dan kalbu mereka.”<br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan mereka berinteraksi sesuai tuntutan hajat dari balik hijab dan tidak boleh masuk menemui mereka secara langsung. Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata: “Maka tidak dibenarkan seseorang mengatakan bahwa lebih bersih dan lebih suci bagi para shahabat dan istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan bagi generasi-generasi setelahnya tidaklah demikian. Tidak diragukan lagi bahwa generasi-generasi setelah shahabat justru lebih butuh terhadap hijab dibandingkan para shahabat, karena perbedaan yang sangat jauh antara mereka dalam hal kekuatan iman dan ilmu. Juga karena persaksian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap para shahabat, baik lelaki maupun wanita, termasuk istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri bahwa mereka adalah generasi terbaik setelah para nabi dan rasul, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim. Demikian pula, dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah menunjukkan berlakunya suatu hukum secara umum meliputi seluruh umat dan tidak boleh mengkhususkannya untuk pihak tertentu saja tanpa dalil.” (Lihat Fatawa An-Nazhar, hal. 11-10)<br />
Pada saat yang sama, ikhtilath itu sendiri menjadi sebab yang menjerumuskan mereka untuk berpacaran, sebagaimana fakta yang kita saksikan berupa akibat ikhtilath yang terjadi di sekolah, instansi-instansi pemerintah dan swasta, atau tempat-tempat yang lainnya. Wa ilallahil musytaka (Dan hanya kepada Allah kita mengadu)<br />
2. Khalwat, yaitu berduaannya lelaki dan wanita tanpa mahram. Padahal Rasululllah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>إِيَّاكُمْ وَالدُّخُوْلَ عَلىَ النِّسَاءِ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ اْلأَنْصَارِ: أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ؟ قَالَ: الْحَمْوُ الْمَوْتُ</p>
<p>“Hati-hatilah kalian dari masuk menemui wanita.” Seorang lelaki dari kalangan Anshar berkata: “Bagaimana pendapatmu dengan kerabat suami? ” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Mereka adalah kebinasaan.” (Muttafaq ‘alaih, dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu)<br />
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:</p>
<p>لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ</p>
<p>“Jangan sekali-kali salah seorang kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali bersama mahram.” (Muttafaq ‘alaih, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma)<br />
Hal itu karena tidaklah terjadi khalwat kecuali setan bersama keduanya sebagai pihak ketiga, sebagaimana dalam hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma:</p>
<p>مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلاَ يَخْلُوَنَّ بِامْرَأَةٍ لَيْسَ مَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ مِنْهَا فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ</p>
<p>“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sekali-kali dia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya, karena setan akan menyertai keduanya.” (HR. Ahmad)<br />
3. Berbagai bentuk perzinaan anggota tubuh yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:</p>
<p>كُتِبَ عَلىَ ابْنِ آدَمَ نَصِيْبُهُ مِنَ الزِّنَا مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ: الْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَاْلأُذُنَانِ زِنَاهُمَا اْلاِسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ، وَالْيَدُ زِنَاهُ الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهُ الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ أَوْ يُكَذِّبُهُ</p>
<p>“Telah ditulis bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah(lisan) zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluan lah yang membenarkan atau mendustakan.”<br />
Hadits ini menunjukkan bahwa memandang wanita yang tidak halal untuk dipandang meskipun tanpa syahwat adalah zina mata . Mendengar ucapan wanita (selain istri) dalam bentuk menikmati adalah zina telinga. Berbicara dengan wanita (selain istrinya) dalam bentuk menikmati atau menggoda dan merayunya adalah zina lisan. Menyentuh wanita yang tidak dihalalkan untuk disentuh baik dengan memegang atau yang lainnya adalah zina tangan. Mengayunkan langkah menuju wanita yang menarik hatinya atau menuju tempat perzinaan adalah zina kaki. Sementara kalbu berkeinginan dan mengangan-angankan wanita yang memikatnya, maka itulah zina kalbu. Kemudian boleh jadi kemaluannya mengikuti dengan melakukan perzinaan yang berarti kemaluannya telah membenarkan; atau dia selamat dari zina kemaluan yang berarti kemaluannya telah mendustakan. (Lihat Syarh Riyadhis Shalihin karya Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, pada syarah hadits no. 16 22)<br />
Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيْلاً</p>
<p>“Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan.” (Al-Isra`: 32)<br />
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:</p>
<p>لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حِدِيْدٍ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ</p>
<p>“Demi Allah, sungguh jika kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum dari besi, maka itu lebih baik dari menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani dan Al-Baihaqi dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 226)<br />
Meskipun sentuhan itu hanya sebatas berjabat tangan maka tetap tidak boleh. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:</p>
<p>وَلاَ وَاللهِ مَا مَسَّتْ يَدُ رَسُوْلِ اللهِ يَدَ امْرَأَةٍ قَطُّ غَيْرَ أَنَّهُ يُبَايِعُهُنَّ بِالْكَلاَمِ</p>
<p>“Tidak. Demi Allah, tidak pernah sama sekali tangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyentuh tangan wanita (selain mahramnya), melainkan beliau membai’at mereka dengan ucapan (tanpa jabat tangan).” (HR. Muslim)<br />
Demikian pula dengan pandangan, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dalam surat An-Nur ayat 31-30:</p>
<p>قُلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوْجَهُمْ – إِلَى قَوْلِهِ تَعَلَى – وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ &#8230;</p>
<p>“Katakan (wahai Nabi) kepada kaum mukminin, hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka (dari halhal yang diharamkan) –hingga firman-Nya- Dan katakan pula kepada kaum mukminat, hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka (dari hal-hal yang diharamkan)….”<br />
Dalam Shahih Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata:</p>
<p>سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظْرِ الْفَجْأَةِ؟ فَقَالَ: اصْرِفْ بَصَرَكَ</p>
<p>“Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang tiba-tiba (tanpa sengaja)? Maka beliau bersabda: ‘Palingkan pandanganmu’.”<br />
Adapun suara dan ucapan wanita, pada asalnya bukanlah aurat yang terlarang. Namun tidak boleh bagi seorang wanita bersuara dan berbicara lebih dari tuntutan hajat (kebutuhan), dan tidak boleh melembutkan suara. Demikian juga dengan isi pembicaraan, tidak boleh berupa perkara-perkara yang membangkitkan syahwat dan mengundang fitnah. Karena bila demikian maka suara dan ucapannya menjadi aurat dan fitnah yang terlarang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَعْرُوْفًا</p>
<p>“Maka janganlah kalian (para istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) berbicara dengan suara yang lembut, sehingga lelaki yang memiliki penyakit dalam kalbunya menjadi tergoda dan ucapkanlah perkataan yang ma’ruf (baik).” (Al-Ahzab: 32)<br />
Adalah para wanita datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan di sekitar beliau hadir para shahabatnya, lalu wanita itu berbicara kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepentingannya dan para shahabat ikut mendengarkan. Tapi mereka tidak berbicara lebih dari tuntutan hajat dan tanpa melembutkan suara.<br />
Dengan demikian jelaslah bahwa pacaran bukanlah alternatif yang ditolerir dalam Islam untuk mencari dan memilih pasangan hidup. Menjadi jelas pula bahwa tidak boleh mengungkapkan perasaan sayang atau cinta kepada calon istri selama belum resmi menjadi istri. Baik ungkapan itu secara langsung atau lewat telepon, ataupun melalui surat. Karena saling mengungkapkan perasaan cinta dan sayang adalah hubungan asmara yang mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah. Demikian pula halnya berkunjung ke rumah calon istri atau wanita yang ingin dilamar dan bergaul dengannya dalam rangka saling mengenal karakter dan sifat masing-masing, karena perbuatan seperti ini juga mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah. Wallahul musta’an (Allah-lah tempat meminta pertolongan).<br />
Adapun cara yang ditunjukkan oleh syariat untuk mengenal wanita yang hendak dilamar adalah dengan mencari keterangan tentang yang bersangkutan melalui seseorang yang mengenalnya, baik tentang biografi (riwayat hidup), karakter, sifat, atau hal lainnya yang dibutuhkan untuk diketahui demi maslahat pernikahan. Bisa pula dengan cara meminta keterangan kepada wanita itu sendiri melalui perantaraan seseorang seperti istri teman atau yang lainnya. Dan pihak yang dimintai keterangan berkewajiban untuk menjawab seobyektif mungkin, meskipun harus membuka aib wanita tersebut karena ini bukan termasuk dalam kategori ghibah yang tercela. Hal ini termasuk dari enam perkara yang dikecualikan dari ghibah, meskipun menyebutkan aib seseorang. Demikian pula sebaliknya dengan pihak wanita yang berkepentingan untuk mengenal lelaki yang berhasrat untuk meminangnya, dapat menempuh cara yang sama.<br />
Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits Fathimah bintu Qais ketika dilamar oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan Abu Jahm, lalu dia minta nasehat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau bersabda:</p>
<p>أَمَّا أَبُو جَهْمٍ فَلاَ يَضَعُ عَصَاهُ عَنْ عَاتِقِهِ، وَأَمَّا مُعَاوِيَةُ فَصُعْلُوْكٌ لاَ مَالَ لَهُ، انْكِحِي أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ</p>
<p>“Adapun Abu Jahm, maka dia adalah lelaki yang tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya . Adapun Mu’awiyah, dia adalah lelaki miskin yang tidak memiliki harta. Menikahlah dengan Usamah bin Zaid.” (HR. Muslim)<br />
Para ulama juga menyatakan bolehnya berbicara secara langsung dengan calon istri yang dilamar sesuai dengan tuntunan hajat dan maslahat. Akan tetapi tentunya tanpa khalwat dan dari balik hijab. Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Asy-Syarhul Mumti’ (130-129/5 cetakan Darul Atsar) berkata: “Bolehnya berbicara dengan calon istri yang dilamar wajib dibatasi dengan syarat tidak membangkitkan syahwat atau tanpa disertai dengan menikmati percakapan tersebut. Jika hal itu terjadi maka hukumnya haram, karena setiap orang wajib menghindar dan menjauh dari fitnah.”<br />
Perkara ini diistilahkan dengan ta’aruf. Adapun terkait dengan hal-hal yang lebih spesifik yaitu organ tubuh, maka cara yang diajarkan adalah dengan melakukan nazhor, yaitu melihat wanita yang hendak dilamar. Nazhor memiliki aturan-aturan dan persyaratan-persyaratan yang membutuhkan pembahasan khusus .<br />
Wallahu a’lam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pujanggatakbernama.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pujanggatakbernama.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pujanggatakbernama.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pujanggatakbernama.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pujanggatakbernama.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pujanggatakbernama.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pujanggatakbernama.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pujanggatakbernama.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pujanggatakbernama.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pujanggatakbernama.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pujanggatakbernama.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pujanggatakbernama.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pujanggatakbernama.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pujanggatakbernama.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pujanggatakbernama.wordpress.com&amp;blog=2699496&amp;post=28&amp;subd=pujanggatakbernama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/12/06/taaruf-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/063465d04f6c923f015234a4609dd0bd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pujanggatakbernama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>taaruf</title>
		<link>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/12/06/taaruf/</link>
		<comments>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/12/06/taaruf/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 08:09:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pujanggatakbernama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/12/06/taaruf/</guid>
		<description><![CDATA[Ta’aruf Syar’i, Solusi Pengganti Pacaran [Print View] [kirim ke Teman] Pertanyaan: 1. Apabila seorang muslim ingin menikah, bagaimana syariat mengatur cara mengenal seorang muslimah sementara pacaran terlarang dalam Islam? 2. Bagaimana hukum berkunjung ke rumah akhwat (wanita) yang hendak dinikahi dengan tujuan untuk saling mengenal karakter dan sifat masing-masing? 3. Bagaimana hukum seorang ikhwan (lelaki) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pujanggatakbernama.wordpress.com&amp;blog=2699496&amp;post=27&amp;subd=pujanggatakbernama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ta’aruf Syar’i, Solusi Pengganti Pacaran<br />
[Print View] [kirim ke Teman]</p>
<p>Pertanyaan:<br />
1. Apabila seorang muslim ingin menikah, bagaimana syariat mengatur cara mengenal seorang muslimah sementara pacaran terlarang dalam Islam?<br />
2. Bagaimana hukum berkunjung ke rumah akhwat (wanita) yang hendak dinikahi dengan tujuan untuk saling mengenal karakter dan sifat masing-masing?<br />
3. Bagaimana hukum seorang ikhwan (lelaki) mengungkapkan perasaannya (sayang atau cinta) kepada akhwat (wanita) calon istrinya?</p>
<p>Dijawab oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari:</p>
<p>بِسْمِ اللهِ، الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ</p>
<p>Benar sekali pernyataan anda bahwa pacaran adalah haram dalam Islam. Pacaran adalah budaya dan peradaban jahiliah yang dilestarikan oleh orang-orang kafir negeri Barat dan lainnya, kemudian diikuti oleh sebagian umat Islam (kecuali orang-orang yang dijaga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala), dengan dalih mengikuti perkembangan jaman dan sebagai cara untuk mencari dan memilih pasangan hidup. Syariat Islam yang agung ini datang dari Rabb semesta alam Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, dengan tujuan untuk membimbing manusia meraih maslahat-maslahat kehidupan dan menjauhkan mereka dari mafsadah-mafsadah yang akan merusak dan menghancurkan kehidupan mereka sendiri.<br />
Ikhtilath (campur baur antara lelaki dan wanita yang bukan mahram), pergaulan bebas, dan pacaran adalah fitnah (cobaan) dan mafsadah bagi umat manusia secara umum, dan umat Islam secara khusus, maka perkara tersebut tidak bisa ditolerir. Bukankah kehancuran Bani Israil –bangsa yang terlaknat– berawal dari fitnah (godaan) wanita? Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>لُعِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيْلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُوْنَ. كَانُوا لاَ يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوْهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُوْنَ</p>
<p>“Telah terlaknat orang-orang kafir dari kalangan Bani Israil melalui lisan Nabi Dawud dan Nabi ‘Isa bin Maryam. Hal itu dikarenakan mereka bermaksiat dan melampaui batas. Adalah mereka tidak saling melarang dari kemungkaran yang mereka lakukan. Sangatlah jelek apa yang mereka lakukan.” (Al-Ma`idah: 79-78)<br />
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيْهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيْلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ</p>
<p>“Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau (indah memesona), dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kalian sebagai khalifah (penghuni) di atasnya, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memerhatikan amalan kalian. Maka berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan wanita, karena sesungguhnya awal fitnah (kehancuran) Bani Israil dari kaum wanita.” (HR. Muslim, dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu)<br />
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memperingatkan umatnya untuk berhati-hati dari fitnah wanita, dengan sabda beliau:</p>
<p>مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلىَ الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ</p>
<p>“Tidaklah aku meninggalkan fitnah sepeninggalku yang lebih berbahaya terhadap kaum lelaki dari fitnah (godaan) wanita.” (Muttafaqun ‘alaih, dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma)<br />
Maka, pacaran berarti menjerumuskan diri dalam fitnah yang menghancurkan dan menghinakan, padahal semestinya setiap orang memelihara dan menjauhkan diri darinya. Hal itu karena dalam pacaran terdapat berbagai kemungkaran dan pelanggaran syariat sebagai berikut:<br />
1. Ikhtilath, yaitu bercampur baur antara lelaki dan wanita yang bukan mahram. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjauhkan umatnya dari ikhtilath, sekalipun dalam pelaksanaan shalat. Kaum wanita yang hadir pada shalat berjamaah di Masjid Nabawi ditempatkan di bagian belakang masjid. Dan seusai shalat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiam sejenak, tidak bergeser dari tempatnya agar kaum lelaki tetap di tempat dan tidak beranjak meninggalkan masjid, untuk memberi kesempatan jamaah wanita meninggalkan masjid terlebih dahulu sehingga tidak berpapasan dengan jamaah lelaki. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha dalam Shahih Al-Bukhari. Begitu pula pada hari Ied, kaum wanita disunnahkan untuk keluar ke mushalla (tanah lapang) menghadiri shalat Ied, namun mereka ditempatkan di mushalla bagian belakang, jauh dari shaf kaum lelaki. Sehingga ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam usai menyampaikan khutbah, beliau perlu mendatangi shaf mereka untuk memberikan khutbah khusus karena mereka tidak mendengar khutbah tersebut. Hal ini ditunjukkan oleh hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu dalam Shahih Muslim.<br />
Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>خَيْرُ صُفُوْفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرِهَا، وَخَيْرُ صُفُوْفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا</p>
<p>“Sebaik-baik shaf lelaki adalah shaf terdepan dan sejelek-jeleknya adalah shaf terakhir. Dan sebaik-baik shaf wanita adalah shaf terakhir, dan sejelek-jeleknya adalah shaf terdepan.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)<br />
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Hal itu dikarenakan dekatnya shaf terdepan wanita dari shaf terakhir lelaki sehingga merupakan shaf terjelek, dan jauhnya shaf terakhir wanita dari shaf terdepan lelaki sehingga merupakan shaf terbaik. Apabila pada ibadah shalat yang disyariatkan secara berjamaah, maka bagaimana kiranya jika di luar ibadah? Kita mengetahui bersama, dalam keadaan dan suasana ibadah tentunya seseorang lebih jauh dari perkara-perkara yang berhubungan dengan syahwat. Maka bagaimana sekiranya ikhtilath itu terjadi di luar ibadah? Sedangkan setan bergerak dalam tubuh Bani Adam begitu cepatnya mengikuti peredaran darah . Bukankah sangat ditakutkan terjadinya fitnah dan kerusakan besar karenanya?” (Lihat Fatawa An-Nazhar wal Khalwah wal Ikhtilath, hal. 45)<br />
Subhanallah. Padahal wanita para shahabat keluar menghadiri shalat dalam keadaan berhijab syar’i dengan menutup seluruh tubuhnya –karena seluruh tubuh wanita adalah aurat– sesuai perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Al-Ahzab ayat 59 dan An-Nur ayat 31, tanpa melakukan tabarruj karena Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang mereka melakukan hal itu dalam surat Al-Ahzab ayat 33, juga tanpa memakai wewangian berdasarkan larangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan Ahmad, Abu Dawud, dan yang lainnya :</p>
<p>وَلْيَخْرُجْنَ وَهُنَّ تَفِلاَتٌ</p>
<p>“Hendaklah mereka keluar tanpa memakai wewangian.”<br />
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang siapa saja dari mereka yang berbau harum karena terkena bakhur untuk untuk hadir shalat berjamaah sebagaimana dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.<br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 53:</p>
<p>وَإِذَا سَأَلْتُمُوْهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوْهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوْبِكُمْ وَقُلُوْبِهِنَّ</p>
<p>“Dan jika kalian (para shahabat) meminta suatu hajat (kebutuhan) kepada mereka (istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) maka mintalah dari balik hijab. Hal itu lebih bersih (suci) bagi kalbu kalian dan kalbu mereka.”<br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan mereka berinteraksi sesuai tuntutan hajat dari balik hijab dan tidak boleh masuk menemui mereka secara langsung. Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata: “Maka tidak dibenarkan seseorang mengatakan bahwa lebih bersih dan lebih suci bagi para shahabat dan istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan bagi generasi-generasi setelahnya tidaklah demikian. Tidak diragukan lagi bahwa generasi-generasi setelah shahabat justru lebih butuh terhadap hijab dibandingkan para shahabat, karena perbedaan yang sangat jauh antara mereka dalam hal kekuatan iman dan ilmu. Juga karena persaksian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap para shahabat, baik lelaki maupun wanita, termasuk istri-istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri bahwa mereka adalah generasi terbaik setelah para nabi dan rasul, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim. Demikian pula, dalil-dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah menunjukkan berlakunya suatu hukum secara umum meliputi seluruh umat dan tidak boleh mengkhususkannya untuk pihak tertentu saja tanpa dalil.” (Lihat Fatawa An-Nazhar, hal. 11-10)<br />
Pada saat yang sama, ikhtilath itu sendiri menjadi sebab yang menjerumuskan mereka untuk berpacaran, sebagaimana fakta yang kita saksikan berupa akibat ikhtilath yang terjadi di sekolah, instansi-instansi pemerintah dan swasta, atau tempat-tempat yang lainnya. Wa ilallahil musytaka (Dan hanya kepada Allah kita mengadu)<br />
2. Khalwat, yaitu berduaannya lelaki dan wanita tanpa mahram. Padahal Rasululllah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>إِيَّاكُمْ وَالدُّخُوْلَ عَلىَ النِّسَاءِ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ اْلأَنْصَارِ: أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ؟ قَالَ: الْحَمْوُ الْمَوْتُ</p>
<p>“Hati-hatilah kalian dari masuk menemui wanita.” Seorang lelaki dari kalangan Anshar berkata: “Bagaimana pendapatmu dengan kerabat suami? ” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Mereka adalah kebinasaan.” (Muttafaq ‘alaih, dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu)<br />
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:</p>
<p>لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ</p>
<p>“Jangan sekali-kali salah seorang kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali bersama mahram.” (Muttafaq ‘alaih, dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma)<br />
Hal itu karena tidaklah terjadi khalwat kecuali setan bersama keduanya sebagai pihak ketiga, sebagaimana dalam hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma:</p>
<p>مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلاَ يَخْلُوَنَّ بِامْرَأَةٍ لَيْسَ مَعَهَا ذُوْ مَحْرَمٍ مِنْهَا فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ</p>
<p>“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sekali-kali dia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya, karena setan akan menyertai keduanya.” (HR. Ahmad)<br />
3. Berbagai bentuk perzinaan anggota tubuh yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:</p>
<p>كُتِبَ عَلىَ ابْنِ آدَمَ نَصِيْبُهُ مِنَ الزِّنَا مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ: الْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَاْلأُذُنَانِ زِنَاهُمَا اْلاِسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ، وَالْيَدُ زِنَاهُ الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهُ الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ أَوْ يُكَذِّبُهُ</p>
<p>“Telah ditulis bagi setiap Bani Adam bagiannya dari zina, pasti dia akan melakukannya, kedua mata zinanya adalah memandang, kedua telinga zinanya adalah mendengar, lidah(lisan) zinanya adalah berbicara, tangan zinanya adalah memegang, kaki zinanya adalah melangkah, sementara kalbu berkeinginan dan berangan-angan, maka kemaluan lah yang membenarkan atau mendustakan.”<br />
Hadits ini menunjukkan bahwa memandang wanita yang tidak halal untuk dipandang meskipun tanpa syahwat adalah zina mata . Mendengar ucapan wanita (selain istri) dalam bentuk menikmati adalah zina telinga. Berbicara dengan wanita (selain istrinya) dalam bentuk menikmati atau menggoda dan merayunya adalah zina lisan. Menyentuh wanita yang tidak dihalalkan untuk disentuh baik dengan memegang atau yang lainnya adalah zina tangan. Mengayunkan langkah menuju wanita yang menarik hatinya atau menuju tempat perzinaan adalah zina kaki. Sementara kalbu berkeinginan dan mengangan-angankan wanita yang memikatnya, maka itulah zina kalbu. Kemudian boleh jadi kemaluannya mengikuti dengan melakukan perzinaan yang berarti kemaluannya telah membenarkan; atau dia selamat dari zina kemaluan yang berarti kemaluannya telah mendustakan. (Lihat Syarh Riyadhis Shalihin karya Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, pada syarah hadits no. 16 22)<br />
Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيْلاً</p>
<p>“Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina, sesungguhnya itu adalah perbuatan nista dan sejelek-jelek jalan.” (Al-Isra`: 32)<br />
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:</p>
<p>لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حِدِيْدٍ خَيْرٌ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ</p>
<p>“Demi Allah, sungguh jika kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum dari besi, maka itu lebih baik dari menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabarani dan Al-Baihaqi dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 226)<br />
Meskipun sentuhan itu hanya sebatas berjabat tangan maka tetap tidak boleh. Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:</p>
<p>وَلاَ وَاللهِ مَا مَسَّتْ يَدُ رَسُوْلِ اللهِ يَدَ امْرَأَةٍ قَطُّ غَيْرَ أَنَّهُ يُبَايِعُهُنَّ بِالْكَلاَمِ</p>
<p>“Tidak. Demi Allah, tidak pernah sama sekali tangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyentuh tangan wanita (selain mahramnya), melainkan beliau membai’at mereka dengan ucapan (tanpa jabat tangan).” (HR. Muslim)<br />
Demikian pula dengan pandangan, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dalam surat An-Nur ayat 31-30:</p>
<p>قُلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوْجَهُمْ – إِلَى قَوْلِهِ تَعَلَى – وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ &#8230;</p>
<p>“Katakan (wahai Nabi) kepada kaum mukminin, hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka (dari halhal yang diharamkan) –hingga firman-Nya- Dan katakan pula kepada kaum mukminat, hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka (dari hal-hal yang diharamkan)….”<br />
Dalam Shahih Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata:</p>
<p>سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظْرِ الْفَجْأَةِ؟ فَقَالَ: اصْرِفْ بَصَرَكَ</p>
<p>“Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang tiba-tiba (tanpa sengaja)? Maka beliau bersabda: ‘Palingkan pandanganmu’.”<br />
Adapun suara dan ucapan wanita, pada asalnya bukanlah aurat yang terlarang. Namun tidak boleh bagi seorang wanita bersuara dan berbicara lebih dari tuntutan hajat (kebutuhan), dan tidak boleh melembutkan suara. Demikian juga dengan isi pembicaraan, tidak boleh berupa perkara-perkara yang membangkitkan syahwat dan mengundang fitnah. Karena bila demikian maka suara dan ucapannya menjadi aurat dan fitnah yang terlarang. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:</p>
<p>فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلاً مَعْرُوْفًا</p>
<p>“Maka janganlah kalian (para istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) berbicara dengan suara yang lembut, sehingga lelaki yang memiliki penyakit dalam kalbunya menjadi tergoda dan ucapkanlah perkataan yang ma’ruf (baik).” (Al-Ahzab: 32)<br />
Adalah para wanita datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan di sekitar beliau hadir para shahabatnya, lalu wanita itu berbicara kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan kepentingannya dan para shahabat ikut mendengarkan. Tapi mereka tidak berbicara lebih dari tuntutan hajat dan tanpa melembutkan suara.<br />
Dengan demikian jelaslah bahwa pacaran bukanlah alternatif yang ditolerir dalam Islam untuk mencari dan memilih pasangan hidup. Menjadi jelas pula bahwa tidak boleh mengungkapkan perasaan sayang atau cinta kepada calon istri selama belum resmi menjadi istri. Baik ungkapan itu secara langsung atau lewat telepon, ataupun melalui surat. Karena saling mengungkapkan perasaan cinta dan sayang adalah hubungan asmara yang mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah. Demikian pula halnya berkunjung ke rumah calon istri atau wanita yang ingin dilamar dan bergaul dengannya dalam rangka saling mengenal karakter dan sifat masing-masing, karena perbuatan seperti ini juga mengandung makna pacaran yang akan menyeret ke dalam fitnah. Wallahul musta’an (Allah-lah tempat meminta pertolongan).<br />
Adapun cara yang ditunjukkan oleh syariat untuk mengenal wanita yang hendak dilamar adalah dengan mencari keterangan tentang yang bersangkutan melalui seseorang yang mengenalnya, baik tentang biografi (riwayat hidup), karakter, sifat, atau hal lainnya yang dibutuhkan untuk diketahui demi maslahat pernikahan. Bisa pula dengan cara meminta keterangan kepada wanita itu sendiri melalui perantaraan seseorang seperti istri teman atau yang lainnya. Dan pihak yang dimintai keterangan berkewajiban untuk menjawab seobyektif mungkin, meskipun harus membuka aib wanita tersebut karena ini bukan termasuk dalam kategori ghibah yang tercela. Hal ini termasuk dari enam perkara yang dikecualikan dari ghibah, meskipun menyebutkan aib seseorang. Demikian pula sebaliknya dengan pihak wanita yang berkepentingan untuk mengenal lelaki yang berhasrat untuk meminangnya, dapat menempuh cara yang sama.<br />
Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits Fathimah bintu Qais ketika dilamar oleh Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan Abu Jahm, lalu dia minta nasehat kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka beliau bersabda:</p>
<p>أَمَّا أَبُو جَهْمٍ فَلاَ يَضَعُ عَصَاهُ عَنْ عَاتِقِهِ، وَأَمَّا مُعَاوِيَةُ فَصُعْلُوْكٌ لاَ مَالَ لَهُ، انْكِحِي أُسَامَةَ بْنَ زَيْدٍ</p>
<p>“Adapun Abu Jahm, maka dia adalah lelaki yang tidak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya . Adapun Mu’awiyah, dia adalah lelaki miskin yang tidak memiliki harta. Menikahlah dengan Usamah bin Zaid.” (HR. Muslim)<br />
Para ulama juga menyatakan bolehnya berbicara secara langsung dengan calon istri yang dilamar sesuai dengan tuntunan hajat dan maslahat. Akan tetapi tentunya tanpa khalwat dan dari balik hijab. Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Asy-Syarhul Mumti’ (130-129/5 cetakan Darul Atsar) berkata: “Bolehnya berbicara dengan calon istri yang dilamar wajib dibatasi dengan syarat tidak membangkitkan syahwat atau tanpa disertai dengan menikmati percakapan tersebut. Jika hal itu terjadi maka hukumnya haram, karena setiap orang wajib menghindar dan menjauh dari fitnah.”<br />
Perkara ini diistilahkan dengan ta’aruf. Adapun terkait dengan hal-hal yang lebih spesifik yaitu organ tubuh, maka cara yang diajarkan adalah dengan melakukan nazhor, yaitu melihat wanita yang hendak dilamar. Nazhor memiliki aturan-aturan dan persyaratan-persyaratan yang membutuhkan pembahasan khusus .<br />
Wallahu a’lam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pujanggatakbernama.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pujanggatakbernama.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pujanggatakbernama.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pujanggatakbernama.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pujanggatakbernama.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pujanggatakbernama.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pujanggatakbernama.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pujanggatakbernama.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pujanggatakbernama.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pujanggatakbernama.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pujanggatakbernama.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pujanggatakbernama.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pujanggatakbernama.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pujanggatakbernama.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pujanggatakbernama.wordpress.com&amp;blog=2699496&amp;post=27&amp;subd=pujanggatakbernama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/12/06/taaruf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/063465d04f6c923f015234a4609dd0bd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pujanggatakbernama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sebuah puisi</title>
		<link>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/11/14/sebuah-puisi/</link>
		<comments>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/11/14/sebuah-puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 07:55:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pujanggatakbernama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pujanggatakbernama.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Puisi merupaka sebuah ungkapan dan ekspresi hati dalam diri manusis. baik itu dalam keadaan suka duka senang susah. yang tak bisa terungkapkan langsung dalam perbuatan atau tingkah laku kita. Berikut sebuah karya sebagai ungkapan hati karena kepepet ada lomba he&#8230;. NEGERI INI TERCABIK BILANGAN-BILANGAN MUSIBAH Seratus tahun sudah negeri ini bangkit Heksa dasawarsa juga negeri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pujanggatakbernama.wordpress.com&amp;blog=2699496&amp;post=24&amp;subd=pujanggatakbernama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Puisi merupaka sebuah ungkapan dan ekspresi hati dalam diri manusis. baik itu dalam keadaan suka duka senang susah. yang tak bisa terungkapkan langsung dalam perbuatan atau tingkah laku kita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;">Berikut sebuah karya sebagai ungkapan hati karena kepepet ada lomba he&#8230;.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">NEGERI INI TERCABIK</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">BILANGAN-BILANGAN MUSIBAH</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Seratus tahun sudah negeri ini bangkit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Heksa dasawarsa juga negeri ini merdeka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Namun itu semua hanya imaginer</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Negeri ini diserbu seribu rintik air</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Meluap dan menyelimuti negeri Indonesia</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Menggenangi dan meredam napas-napas kehidupan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Kurva-kurva kemiskinan kian progresif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Kesejahteraan hanya bayang-bayang semu </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Grafik kehidupan mendekati aksis kematian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Ribuan hutan lenyap tanpa kata</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Kepunahnnya bagai deret hitung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Rebosasi hanya deret angka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Kini sawah-sawah terdiferensiasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Menjadi berkubik-kubik plat baja</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Mencoba menggapai sudut-sudut <em>lazuardi</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Mengganti ribuan bintang malam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Indonesiaku tercabik bilangan-bilangan musibah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Keadaannya tiada ganjil ataupun genap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Semuanya menjadi segi tak beraturan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Bukan kubus bukan pula limas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Terkurung dalam lingkaran-lingkaran setan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Indonesiaku kini</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Indonesiaku di satu abad kebangkitan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:11pt;line-height:150%;font-family:Arial;">Nah bagaimana sobat dengan puisi tersebut ada masukkan atau tanggapan ditunggulah!!!!<br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pujanggatakbernama.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pujanggatakbernama.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pujanggatakbernama.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pujanggatakbernama.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pujanggatakbernama.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pujanggatakbernama.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pujanggatakbernama.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pujanggatakbernama.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pujanggatakbernama.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pujanggatakbernama.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pujanggatakbernama.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pujanggatakbernama.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pujanggatakbernama.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pujanggatakbernama.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pujanggatakbernama.wordpress.com&amp;blog=2699496&amp;post=24&amp;subd=pujanggatakbernama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/11/14/sebuah-puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/063465d04f6c923f015234a4609dd0bd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pujanggatakbernama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Asw perkenalan</title>
		<link>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/11/14/asw-perkenalan/</link>
		<comments>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/11/14/asw-perkenalan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2008 07:36:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pujanggatakbernama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pujanggatakbernama.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah dengan perjuangan yang keras akhirnya saya bisa membuat blog ini. perlu dua hari untuk bisa membuat blog ini. sebenarnya saya sudah menyerah ketika membuat blog ini karena selalu gagal&#8230;lagi&#8230;.dan lagi&#8230;.tapi untungnya kegagalan itu berbuha keberhasilan akhirnya blog ini bisa tercipta dengan namanya pujanggatakbernama. perkenalkan nama saya abdul hakim sekarang lagi kuli di kota hujan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pujanggatakbernama.wordpress.com&amp;blog=2699496&amp;post=3&amp;subd=pujanggatakbernama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><strong> Alhamdulillah dengan perjuangan yang keras akhirnya saya bisa membuat blog ini. perlu dua hari untuk bisa membuat blog ini. sebenarnya saya sudah menyerah ketika membuat blog ini karena selalu gagal&#8230;lagi&#8230;.dan lagi&#8230;.tapi untungnya kegagalan itu berbuha keberhasilan akhirnya blog ini bisa tercipta dengan namanya pujanggatakbernama. perkenalkan nama saya abdul hakim sekarang lagi kuli di kota hujan, yang lagi musin hujan gini ya untuk kota jakarta siap-sipa banjir will come to you. Asalku kota tahu sumedang yang mempunyai moto SUMEDANG TANDANG NYANDANG KAHAYANG.  semoga bisa menemani hari-hari kita</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pujanggatakbernama.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pujanggatakbernama.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pujanggatakbernama.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pujanggatakbernama.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pujanggatakbernama.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pujanggatakbernama.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pujanggatakbernama.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pujanggatakbernama.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pujanggatakbernama.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pujanggatakbernama.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pujanggatakbernama.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pujanggatakbernama.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pujanggatakbernama.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pujanggatakbernama.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pujanggatakbernama.wordpress.com&amp;blog=2699496&amp;post=3&amp;subd=pujanggatakbernama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/11/14/asw-perkenalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/063465d04f6c923f015234a4609dd0bd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pujanggatakbernama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEBUAH CERPEN</title>
		<link>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/10/31/sebuah-cerpen/</link>
		<comments>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/10/31/sebuah-cerpen/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 13:33:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pujanggatakbernama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pujanggatakbernama.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Asw teman-temanku ini ada sebuah cerpen yang lumayan udah pernah di tayangkan di www.ilmuiman.net CINTA ATAU PERSAHABATAN ____Namanya Anie, asal Kota Batik di tanah Jawa. Sama denganku yang asli Jawa juga. Tingkat pertama aku mengenalnya. Ketika awal bertemu dengannya, aku bergumam, &#8220;Istri yang baik”. Padahal aku orang yang jarang terkesan pada seorang wanita diawal bersua. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pujanggatakbernama.wordpress.com&amp;blog=2699496&amp;post=18&amp;subd=pujanggatakbernama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Asw teman-temanku ini ada sebuah cerpen yang lumayan udah pernah di tayangkan di www.ilmuiman.net</p>
<p style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><strong><span style="font-family:&quot;">CINTA ATAU PERSAHABATAN</span></strong><span style="font-family:&quot;"></span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><br />
<span style="color:white;">____</span>Namanya Anie, asal Kota Batik di tanah Jawa. </span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Sama denganku yang asli Jawa juga. Tingkat pertama aku mengenalnya. Ketika awal bertemu dengannya, aku bergumam, &#8220;Istri yang baik”. Padahal aku orang yang jarang terkesan pada seorang wanita diawal bersua. Entah kenapa kesan ini muncul.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>Banyak teman sekuliahan suka kepadanya, namun belum ada yang berani terus terang, cuma berani di belakang. Anehnya, justru aku yang paling akrab dengannya. Sekali lagi ini terasa aneh! Kini sudah dua semester aku mengenalnya. Entah kenapa, dalam hati ini tumbuh terus perasaan aneh itu. Aku malah takut dengan perasaan itu. Aku tak ingin mengungkapkannya. Biarlah dia bersemayan dalam hatiku, entah sampai kapan. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;color:white;" lang="SV">____</span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">“Ndra, kamu lagi ngapain? Kok sekarang jarang sms? Sibuk banget ya?”<br />
<span style="color:white;">____</span>Ini adalah salah satu smsnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>“Emangnya kenapa, kau kangen ya?”, gurauku dalam sms yang kukirim untuknya. Namun sms-ku tak kunjung dibalas. Mungkin dia marah karena aku menulis begitu. Aku kirim lagi sms untuknya.<br />
<span style="color:white;">____</span>“Hai, Nie kamu marah ya?”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>“Tuh kan, siapa lagi yang kangen”, balasnya.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>Anie memang suka bercanda. Mungkin itulah salah satu yang aku suka darinya. Kuliah lumayan sibuk. Apalagi kalau praktikum, kadang-kadang aku pulang malam. Kegiatan kampus juga aku ikuti. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Hari ini aku berangkat kuliah bareng Rudy teman sekontrakanku. Di kampus aku tidak ketemu Anie. Aku dengar, dia pindah jurusan. Aku baru tahu. Dia tidak bercerita tentang kepindahannya. Untung dia nggak pindah kampus. Itu sih gawat.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>Di semester tiga ini aku jarang bertemu dengannya. Sama-sama sibuk.<br />
<span style="color:white;">____</span>Aku sibuk praktikum, begitu juga dia. Hanya lewat sms kami biasa bertegur sapa. Walaupun tidak rutin, cukuplah untuk tetap menjaga hubungan komunikasi, atau kalau malas, kami biasa saling mis-kol.<br />
<span style="color:white;">____</span>Semenjak Lebaran kemarin kami belum bertemu. Hanya ucapan selamat hari lebaran yang kami sampaikan lewat sms. Padahal aku ingin sekali bertemu. Pulang kampung kemarin bisa dikatakan paling tragis. Aku kehilangan uang, lumayan banyak. Untungnya, di saku celanaku tersisa dua ratus ribu. Untung yang lain, Rudy mau meminjamkan uangnya. Sampai saat ini aku belum bilang kepada orang tua soal kehilangan uang itu. Biar saja, aku tidak mau membuat mereka bingung. Toh itu salahku juga. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Pulang kuliah aku ketemu dengan Dino. Kami sama-sama kena hukuman di ospek dulu.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>“Din, gimana kabarnya?”, tanyaku ketika bertemu di samping tempat parkir.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>“Ya, begini. Ape&#8217;-ape&#8217; wae. Kowe piye kabare? Eh, Dra katanya Anie pindah jurusan ya?”, tanya Dino. Dino itu pengagum Anie juga. Sayang dia nggak punya nyali. Ya akhirnya dia cuma gigit jari.<br />
<span style="color:white;">____</span>&#8220;Kamu tahu dari siapa?”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>”Ya tahulah. Dino, jaringannya kuat, gitu”, katanya cengengesan.<br />
<span style="color:white;">____</span>Setelah Dino pergi, aku duduk di emperan kampus. Aku menunggu kakak kelasku, Lanny. Katanya dia mau membicarakan sesuatu denganku. Sepuluh menit berlalu, Kak Lanny malah cuma kirim sms. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;color:white;" lang="SV">____</span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">“Dra, hari ini kakak ga bisa ke sana. Soalnya ada kumpul dulu. Entar kakak ke kontrakan kamu aja gimana? Maaf ya.”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>Yah, kenapa nggak dari tadi ngasih tahunya, gumamku dalam hati.<br />
<span style="color:white;">____</span>Aku pun pulang ke kontrakanku. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Malamnya, Kak Lanny datang. Dia mengajak aku bergabung dalam kegiatan Teater yang akan di tampilkan di Balai Kota. Aku minta waktu beberapa hari untuk memikirkanya.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>Kemudian, aku pergi mencari makan malam bersama Rudy sekalian nganter dia ke kontrakan Anna. Tidak begitu jauh. Bisa dikatakan, Anna adalah ceweknya Rudy, tapi nggak tahu pastinya. Ada yang bilang cuma temen, tapi apa mungkin cuma sebatas temenan? Wong sering mlaku-mlaku bareng, terus foto bareng. Sampai-sampai tuh foto dibikin jadi pin segala. Kenapa nggak dibikin spanduk aja sekalian?<br />
<span style="color:white;">____</span>“Maaf, ada Anna?”, tanya Rudy ketika memasuki kontrakan Anna. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Yang membukakan pintu seorang perempuan. Sepertinya sesama pengontrak.<br />
<span style="color:white;">____</span>“Tunggu sebentar, ya?”, kata perempuan itu.<br />
<span style="color:white;">____</span>“Emang kamu mau ngapain pake main ke sini segala, Rud?”<br />
<span style="color:white;">____</span>“Ah nggak. Cuma pengen main saja. BT dikontrakan terus”, jawabnya ngasal.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>Tidak berapa lama Anna muncul.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>“Eh kamu Rud, Ndra, ada apa ya?”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>“Anu, si Rudy nih, katanya pengen main?”, kataku ngasal. BT juga sih, paling-paling aku jadi kambing congek di antara pasangan yang lagi kasmaran kaya mereka.. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;color:white;" lang="SV">____</span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">“Rud, aku pulang duluan aja ya?”.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>“Eh tunggu dulu dong, Ndra. Aku cuma sebentar kok?”<br />
<span style="color:white;">____</span>“Begini Na, besok kamu ada acara nggak? Kalau nggak ada, aku mau ajak kamu jalan-jalan. Bisa?”, ajak Rudy kepada Anna.<br />
<span style="color:white;">____</span>“Ya bisa, tapi kamu jemput aku! Jam berapa perginya?”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>“Kira-kira jam satu. Lagi nggak ada kuliah, kan?”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>“Ok deh jam satu, ya! Jangan ngaret!”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>Aku tidak ikut campur, tapi dalam hatiku, ada semacam keinginan juga. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Setelah itu kami pamitan dan menuju tukang nasi goreng. Setelah itu pulang. Perut sudah bunyi nggak karuan. Sesampai di kontrakan aku langsung melahap nasi goreng yang masih hangat itu dengan segelas teh manis. Waduh, uenak tenan.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>Hp-ku tiba-tiba bunyi. Ternyata MC alias mis-kol dari Anie. Tumben juga ni anak MC. Biasanya aku yang duluan godain dia lewat MC.<br />
<span style="color:white;">____</span>&#8220;Ada apa to Cah Ayu? Kok Cuma Mc aja. Sms dong?”<br />
<span style="color:white;">____</span>“Nggak ada apa-apa to, Cah Bagus. Aku cuma mau ngobrol ngobrol aja. BT nih dengan tugas-tugasku. Daripada pusing sendiri, ya nggak apa-apa kan godain orang. Eh, katanya ada cewek yang suka loh sama kamu?” </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Yang bener? Serius? Apa nggak salah orang? Siapa sih cewek itu?”<br />
<span style="color:white;">____</span>&#8220;Ada deh. Aku nggak bisa ngasih tahu. Soalnya kita sesama cewek punya kode etik untuk menyimpan rahasia. Jadi maaf aja, aku nggak bisa ngasih tahu kamu.”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>&#8220;Ya udah. Ngapain juga ngasih tahu kalau gitu, tapi kasian juga tuh cewek. Aku bisa merasakan bagaimana pedih dan sakitnya memendam perasaan pada seseorang. Sakit, tapi itu akan hilang dengan sendirinya ketika bertemu dengan dia walau hanya sekilas mata. Oh ya, dulu kan Anie pernah cerita dijodohkan. Gimana keadaan tunanganmu sekarang?”<br />
<span style="color:white;">____</span>”Hah, Tunangan? Siapa juga yang tunangan? Oh ya, siapa cewek yang kamu idamkan itu? Kenapa nggak ngomong ke dia? Indra kan cowok? Siapa tahu perasaannya juga sama.” </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;color:white;" lang="SV">____</span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">”Mungkin belum waktunya. Kalau emang jodoh pasti gak kemana. Anie tahu nggak dia itu bikin Indra berubah.”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>”Berubah? Jadi Superman maksudnya? Indra, siapa sih dia?”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>“Kalau dia itu Anie, gimana?”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>“Kalau Anie? Berarti Anie udah nyakitin Indra dong? Yang serius </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV">dong, siapa sih dia?!”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>”Kan udah Indra bilang, kalau itu Anie. Aku bicara serius. Tanya aja Anna?”<br />
<span style="color:white;">____</span>“Ya udah. Gak penasaran kok. Eh penasaran, ding. Daripada tanya Anna, tanya orangnya langsung, bisa kan? Sekarang aku serius, so, jawabannya yang serius, Ok?!”</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>”Indra jujur dan serius, kalau dia itu Anie&#8230; Anie&#8230;. Anie,&#8230;. Maaf, kalau Indra menyinggung perasaan Anie. Gak marah, kan?&#8221; </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;color:white;" lang="SV">____</span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Habis Sms itu, Anie tidak membalas lagi.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>Nah, lo. Aku jadi bingung sendiri. Jangan-jangan dia benar-benar marah? Atau jangan-jangan, pulsanya abis kali? Akhirnya aku tidur.<br />
<span style="color:white;">____</span>Paginya, kulihat Hp-ku. Siapa tahu Anie sudah membalas sms. Ternyata nggak ada sms masuk. Hari ini aku ada kuliah, lumayan sibuk lagi.<br />
<span style="color:white;">____</span>Kalau ternyata Anie marah, selesailah ceritanya. </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;color:white;" lang="SV">____</span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">Malam berikutnya, Anie membalas sms-ku yang kemarin.<br />
<span style="color:white;">____</span>”Maaf baru balas. He,&#8230;. gak marah, gak apa-apa kok. Indra, harusnya aku yang minta maaf. Keterlaluan, ya? Aku baru sadar. Aku benar-benar bodoh! Aku gak peka ma perasaan Indra, gak pernah dengerin kata hati. Tapi aku gak bisa percaya gitu aja sebelum orangnya bilang sendiri. Aku juga jahat banget, dah buat Indra sakit. Sakit banget kan? Kadang aku berpikir, aku pengen bilang ke Indra. Aku gak pengen Indra berpikir bahwa rasa itu tak tersampaikan dan jadinya Indra ngerasa sakit, sakit banget! Tapi aku gak pernah yakin ma apa yang aku pikirkan. Aku gak pernah dengerin kata hati. Terbiasa &#8216;Jangan Pake Perasaan&#8217;. Indra, aku minta maaf banget atas semuanya, termasuk sakit yg Indra rasakan, Maaf ya&#8230;.” </span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;color:white;" lang="SV">____</span><span style="font-family:&quot;" lang="SV">”Ya,&#8230; tuh kan jadinya kalau serius! Eh, Indra masih penasaran. Kenapa Anie pengen tahu banget siapa dia? Apa Anie dah ngira kalau itu Anie? Ok deh, Indra minta maaf&#8230;. Sebenarnya Indra gak pengen orang lain tahu dan Indra pengen yakin, rasa ini cuma sesaat, atau emang dari dalam hati banget. Anie gak nyakitin Indra, malah jadi sumber inspirasi. Indra dulu juga mencoba &#8216;Jangan Pake Perasaan&#8217;, walau itu membohongi diri sendiri. Sebenarnya, setiap kali, Indra pengen ungkapin ini ke Anie, tapi selalu ada penghalang. Akhirnya cuma jadi puisi. Indra gak mau merusak persahabatan kita dengan rasa yang gak jelas ini. Tapi makasih, dah bikin Indra berubah&#8230;. Duh, air mata IMungkin ini keputusan yang terbaik bagi kami.</span></p>
<p style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;" lang="SV"><br />
<span style="color:white;">____</span>Kami tidak ingin persahabatan yang sudah terjalin lama putus hanya gara-gara ini. Akhirnya aku tidur pulas, yang aku tahu, hari sudah pagi. Mentari bersinar menyinari masuk melalui relung-relung jendela kamarku yang acak-acakan. </span><span style="font-family:&quot;">Saatnya beres-beres! ndra dah seember nih.” </span></p>
<p style="text-align:center;line-height:150%;" align="center">Selesai<span style="font-family:&quot;"></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pujanggatakbernama.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pujanggatakbernama.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pujanggatakbernama.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pujanggatakbernama.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pujanggatakbernama.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pujanggatakbernama.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pujanggatakbernama.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pujanggatakbernama.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pujanggatakbernama.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pujanggatakbernama.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pujanggatakbernama.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pujanggatakbernama.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pujanggatakbernama.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pujanggatakbernama.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pujanggatakbernama.wordpress.com&amp;blog=2699496&amp;post=18&amp;subd=pujanggatakbernama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/10/31/sebuah-cerpen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/063465d04f6c923f015234a4609dd0bd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pujanggatakbernama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sebuah resensi</title>
		<link>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/03/08/sebuah-resensi/</link>
		<comments>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/03/08/sebuah-resensi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 08:44:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pujanggatakbernama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pujanggatakbernama.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Asw meresensi buku tentuny itu tidak gampang juga tidak sulit. Nah pada kesempatan ini saya tampilkan sebuha buku yang telah sya resensi. semoga bermanfaat. Pacaran Ya Nggak Lah &#160; “Dunia tak akan runtuh ketika anda meninggalkna pacar anda. Dunia tak akan kiamata saat anda berpisah dengannya. Justru anda dan dia berada dalam bahaya bila masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pujanggatakbernama.wordpress.com&amp;blog=2699496&amp;post=15&amp;subd=pujanggatakbernama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Asw meresensi buku tentuny itu tidak gampang juga tidak sulit. Nah pada kesempatan ini saya tampilkan sebuha buku yang telah sya resensi. semoga bermanfaat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><i>Pacaran Ya Nggak Lah</i></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">“<i>Dunia</i> <i>tak akan runtuh ketika anda meninggalkna pacar anda. Dunia tak akan kiamata saat anda berpisah<span>  </span>dengannya. Justru anda dan dia berada dalam bahaya bila masih meneruskan cinta terlarang itu.</i>”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Itulah sebagian petikan kalimat buku ini. Pacaran tentunya istilah yang tak asing lagi khususnya bagi para para remaja saat ini. Padahal apakah mereka tahu sebenarnya itu pacaran dan bolehkan kita menjalanai aktivitas itu. Bagi remaja muslim tentunya semua tindak tanduk perbuatan kita harus mencontoh dari Nabi Muhammad SAW. Padahal Nabi tidak pernah mencontohkan aktivitas tersebut. Namun sekarang <span> </span>aktivtas ini menjadi suatu ritual wajib bagi kalangan remaja.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;">Dalam agama islam tentunya tidak ada istilah dan tempat untuk pacaran ini. Dalam buku ini akan dibahas tentang apa sih itu cinta sebenarnya, apa pacaran itu, terus bagaimana juga sih hukumnnya pacaran dan bagaimana juga dampaknya pacaran. Ada juga kisah-kisah yang dapat kita ambil hikmahnya Setelah bergelut dengan hal-hal yang berbau pacaran ini dibagian akhir buku ini kita akan disuguhi mengenali tipe perempuan biar gak salah pilih dan bagaimana cara taaruf yang sesuai dengan ajaran islam dan pada akhirnya mengenai bagaimanar sih menikah secara islami mulai dari pelamaran/khitbah sampai prosesi pernikahan, pokonya lengkap deh. Buku ini cocok banget buat para remaja dan bagi mereka yang mau mencari calon istri. Buku ini bisa dijadikan koleksi atau cinderamata bagi sobat Elka sekalian. .Jadi nggak rugi kalau kalau sobat Elka semua memliki buku ini.</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p class="MsoNormal"><!--[if gte vml 1]&amp;gt;                                                    &amp;lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="///C:/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" align="left" height="210" hspace="12" width="148" /><!--[endif]--><span> </span>Judul<span>               </span>: Ijinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran</p>
<p class="MsoNormal">Penulis<span>              </span>: Burhan Sadiq, S,S</p>
<p class="MsoNormal">Terbitan<span>            </span>: Barokah Belia</p>
<p class="MsoNormal">Cetakan<span>           </span>: Pertama, September 2005</p>
<p class="MsoNormal">Halaman<span>           </span>: 135 halaman</p>
<p class="MsoNormal">Harga<span>               </span>:<span>  </span>Rp 16.500</p>
<p class="MsoNormal">&nbsp;</p>
<p> <img src="doc" align="bottom" />Wah maaf nih bukunya nggak ke pampang entar aja ya? he&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pujanggatakbernama.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pujanggatakbernama.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pujanggatakbernama.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pujanggatakbernama.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pujanggatakbernama.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pujanggatakbernama.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pujanggatakbernama.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pujanggatakbernama.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pujanggatakbernama.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pujanggatakbernama.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pujanggatakbernama.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pujanggatakbernama.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pujanggatakbernama.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pujanggatakbernama.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pujanggatakbernama.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pujanggatakbernama.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pujanggatakbernama.wordpress.com&amp;blog=2699496&amp;post=15&amp;subd=pujanggatakbernama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/03/08/sebuah-resensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/063465d04f6c923f015234a4609dd0bd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pujanggatakbernama</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME%7E1/user/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" medium="image" />

		<media:content url="doc" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Akhiran -i Dan -kan</title>
		<link>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/03/08/akhiran-i-dan-kan/</link>
		<comments>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/03/08/akhiran-i-dan-kan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 07:41:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pujanggatakbernama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pujanggatakbernama.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Pemakaian akhiran -i dan -kan tentunya perlu kita cermati, sebetulnya kapan dan dimana imbuhan ini bisa dipakai dengan benar tentunya sehingga tidak melanggar kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Karena semakin lama, penggunaan Bhasa Indonesai terasa makin rancu dan kacau. Dalam bukunya Dr. J.S. Badudu ditemukan contoh : Kata menemui dan menemukan. Kata menemui [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pujanggatakbernama.wordpress.com&amp;blog=2699496&amp;post=14&amp;subd=pujanggatakbernama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemakaian akhiran -i dan -kan tentunya perlu kita cermati, sebetulnya kapan dan dimana imbuhan ini bisa dipakai dengan benar tentunya sehingga tidak melanggar kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Karena semakin lama, penggunaan Bhasa Indonesai terasa makin rancu dan kacau.</p>
<p>Dalam bukunya Dr. J.S. Badudu ditemukan contoh :</p>
<p>Kata menemui dan menemukan. Kata menemui biasanya digunakan di depan kata yang menunjukan orang :</p>
<p>menemui Adi</p>
<p>menemui gadis itu</p>
<p>Sedangkan kata menemukan biasanya dipakai di depan kata benda yang bukan orang :</p>
<p>menemukan barang</p>
<p>menemukan uang</p>
<p>menemukan harta.</p>
<p>Perhatikan contoh kalimat dibawah ini : &#8220;Siapa yang ingin anda temui?&#8221;</p>
<p>Pastinya akan dijawab dengan, &#8220;Saya ingin menemui Pak Kepala sekolah ini. Namun perhatikan pertanyaan berikut : &#8220;Sudahkah anda temukan barang anda yang hilang?&#8221;</p>
<p>Jawabannya : &#8221; Saya sudah menemukannya.&#8221;</p>
<p>Berdasarkan pertanyaan dan jawaban diatas, kita akan melihat bahwa harus dibedakan penggunaan kata menemui dengan menemukan, tak boleh dicampuradukkan semau kita. Bukankah tidak dapat kita tanyakan : &#8220;Siapa yang ingin Anda temukan?&#8221; ataukah :&#8221;Sudahkah anda temui barang yang hilang itu?&#8221; tentunya itu akan janggal terasa dan secara nalar itu tidak logis. Jadi kesimpulannya bahwa penggunaan imbuhan me-i digunakan jika diikuti oleh objek orang sedangkan me-kan diikuti dengan objek selain orang</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pujanggatakbernama.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pujanggatakbernama.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pujanggatakbernama.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pujanggatakbernama.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pujanggatakbernama.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pujanggatakbernama.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pujanggatakbernama.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pujanggatakbernama.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pujanggatakbernama.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pujanggatakbernama.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pujanggatakbernama.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pujanggatakbernama.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pujanggatakbernama.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pujanggatakbernama.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pujanggatakbernama.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pujanggatakbernama.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pujanggatakbernama.wordpress.com&amp;blog=2699496&amp;post=14&amp;subd=pujanggatakbernama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/03/08/akhiran-i-dan-kan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/063465d04f6c923f015234a4609dd0bd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pujanggatakbernama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NALAR</title>
		<link>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/02/22/nalar/</link>
		<comments>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/02/22/nalar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Feb 2008 10:04:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pujanggatakbernama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pujanggatakbernama.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[    Nalar adalah aktivitas yang memungkinkan seseorang berpikir logis. Pikiran yang logis ialah pikiran yang masuk akal, yang berterima. Pada kehidupan sehari-hari kadang-kadang kita menemukan sesuatu yang bila kita dengar dan jika diperhatikan baik-baik ternyata tidak menunjukan hubungan makna yang tidak logis. saya sendiri  menemukan sebuah contoh yang tidak logis. contoh tersebut seperti ini. Kejadian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pujanggatakbernama.wordpress.com&amp;blog=2699496&amp;post=11&amp;subd=pujanggatakbernama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">    Nalar adalah aktivitas yang memungkinkan seseorang berpikir logis. Pikiran yang logis ialah pikiran yang masuk akal, yang berterima. Pada kehidupan sehari-hari kadang-kadang kita menemukan sesuatu yang bila kita dengar dan jika diperhatikan baik-baik ternyata tidak menunjukan hubungan makna yang tidak logis. saya sendiri  menemukan sebuah contoh yang tidak logis. contoh tersebut seperti ini. Kejadian tersebut tidak jauh berbeda dengan contoh seperti ini :</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><i>    Hadirin yang kami hormati. Kita tiba sekarang pada acara berikut yaitu sambutan dari Bapak Bupati. waktu dan tempat kami persilakan. </i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">kita perhatikan : waktu dan tempat kami persilakan. Jika kita teliti, jelas kalimat itu adalah kalimat yang tidak logis. Apa yang dipersilakan? Waktu dan tempat, bukan?                 Dapatkah waktu dan tempat, yang merupakan benda abstrak itu dipersilakan? Bukankah yang dipersilakan ialah Bapak bupati yang beroleh giliran untuk mengadakan sambutan? Mengapa bukan bapak Bupati yang dipersilakan, melainkan tempat dan waktu. Kejadian itu memang ada dan seperti sudah mengakar dalam masyarakat. Sudah jelas itu salah namun karena turun-temurun hal itu dianggap lumrah dalam masyarakat. Namun kejadian ini hanya terdapat pada masyarakat tertentu saja.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">    Untuk itu logis dan tidak logis tuturan kita bergantung kepada nalar yang tepat. Penggunaan kalimat terakhir pada sambutan harus dihindari karena jika ditinjau secara bahasa itu memang tidak logis</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pujanggatakbernama.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pujanggatakbernama.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pujanggatakbernama.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pujanggatakbernama.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pujanggatakbernama.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pujanggatakbernama.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pujanggatakbernama.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pujanggatakbernama.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pujanggatakbernama.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pujanggatakbernama.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pujanggatakbernama.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pujanggatakbernama.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pujanggatakbernama.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pujanggatakbernama.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pujanggatakbernama.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pujanggatakbernama.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pujanggatakbernama.wordpress.com&amp;blog=2699496&amp;post=11&amp;subd=pujanggatakbernama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/02/22/nalar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/063465d04f6c923f015234a4609dd0bd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pujanggatakbernama</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia</title>
		<link>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/02/21/antara-bahasa-indonesia-dan-bahasa-malaysia/</link>
		<comments>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/02/21/antara-bahasa-indonesia-dan-bahasa-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 10:31:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pujanggatakbernama</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pujanggatakbernama.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Seperti pada tulisan sebelumnya bahasa indonesai diangkat dari bahasa melayu. Namun pada gilirannya bahasa Indonesia ini lebih cepat berkembang karena semakin banyaknya kosakata yang masuk ke dalam bahasa indonesia baik itu dari bahasa asing atau dari bahasa daerah. Perkembangan bahasa tidak dapat diatur secara terlalu ketat. Banyak kata yang terlahir dari masyarakat pemakai bahasa itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pujanggatakbernama.wordpress.com&amp;blog=2699496&amp;post=10&amp;subd=pujanggatakbernama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Seperti pada tulisan sebelumnya bahasa indonesai diangkat dari bahasa melayu. Namun pada gilirannya bahasa Indonesia ini lebih cepat berkembang karena semakin banyaknya kosakata yang masuk ke dalam bahasa indonesia baik itu dari bahasa asing atau dari bahasa daerah. Perkembangan bahasa tidak dapat diatur secara terlalu ketat. Banyak kata yang terlahir dari masyarakat pemakai bahasa itu sendiri bukan dari para ahli bahasa. Sebagai contohnya adalah kata  persekot, supir atau sopir, listrik adalah kata-kata buatan rakyat jelata. Sebenarnya kata-kata tersebut berasal dari bahasa Belanda. Kemudian rakyat menyesuaikan dengan bunyinya dengan daya tangkap pendengaran mereka . Sebenarnya kata-kata tersebut terlalu sukar bagi rakyat untuk mengucapkan kata voorschot, chauffer, dommekracht dan electrich. Karena itu kemudian lahirlah kata kata diatas yang kemudian menjadi populer.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Kata-kata daerah banyak juga yang bisa menjadi kata dalam bahasa Indonesia diantaranya lumayan, mendingan, mumpung, kerasan, gotong royong, heboh , becus, mantan, lugu. kata-kata ini diciptakan oleh pemakai bahasa bukan oleh ahli bahasa.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Bahasa Indonesia dewasa yang digunakan saat ini berasal dari bahasa Melayu . Sebelum perang dunia Ke-2 bahasa melayu digunakan di sekolah-sekolah rakyat sebagai bahasa pengantar.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Bahasa itu tersebar ke seluruh nusantara, tumbuh dan berkembang di daerah yang didatanginya itu , dan menerima pengaruh-pengruh setempat.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Bahasa melayu juga digunakan di Malaysia. Karena Malaysia dijajah oleh bangsa Inggris  dan bahasa inggris juga digunakan disana, pengaruh bahasa Inggris masuk ke dalam bahasa Melayu Malaysia.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Jika dibandingkan bahasa Melayu di Indonesia dipengaruh oleh bahasa Belanda karena bangsa indoneia di jajah oleh belanda berbeda dengan bahasa Melayu di Malaysia yang lebih dipengaruhi oleh bahasa inggris.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">perbandingnnya dapat dilihat sebagai berikut :</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Di Indonesia                                                                        di Malaysia</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">kantor(Bel. kantoor)                                            -pejabat(Mel.)</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">sopir (Bel.chauffeur)                                            -Drebar(Ing. driver)</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">sepeda(port. velocipede)                                     -basikal(ing. Bicycle)</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">sepeda motor(Bel. motorfiets)                            -motosikal(ing. motorcycle)</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Laboratorium(Bel)                                                                -makmal(Arab)</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">televisi(Bel. televisie)                                            -talivisyen(Ing. television)</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">psikologi(Bel. psychologie)                                             -Saikoloji(Ing. psychology)</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sebenarnya masih banyak perbedaan antara bahasa Indonesia dengan bahasa Malaysia.Walaupun dulu bahasa antara indonesia dan Malaysia adalah berasal dari bahasa yang sama namun pada perkemabngnnya bahasa indonesia dan Malaysia semakin jauh bebeda hal ini karena dipengaruhi oleh lingkungan sekitar secara garis besar bahasa melayu Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh bahasa Belanda sedangkan bahasa melayu Malaysia lebih banyak dipengaruhi oleh bahasa inggris dan bahasa arab.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">itulah bahasa Malaysia yang seasal dengan Bahasa Indonesia yang tumbuh menurut pengaruh sekitar. (Dari berbagai sumber)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pujanggatakbernama.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pujanggatakbernama.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pujanggatakbernama.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pujanggatakbernama.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pujanggatakbernama.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pujanggatakbernama.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pujanggatakbernama.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pujanggatakbernama.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pujanggatakbernama.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pujanggatakbernama.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pujanggatakbernama.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pujanggatakbernama.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pujanggatakbernama.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pujanggatakbernama.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pujanggatakbernama.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pujanggatakbernama.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pujanggatakbernama.wordpress.com&amp;blog=2699496&amp;post=10&amp;subd=pujanggatakbernama&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pujanggatakbernama.wordpress.com/2008/02/21/antara-bahasa-indonesia-dan-bahasa-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/063465d04f6c923f015234a4609dd0bd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pujanggatakbernama</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
